Postingan

MATA MATI LIRIK

Gambar
MATA MATI LIRIK  Aku menuliskan ini dari hati dan selamanya Seperti bisik Boms Tuhan jaga ini sa pun jantong Sahut  Salon Seven Kau Anugerah Terindah yang kumiliki  Sembari ngiang Nidji Sumpah Matiku Bertaut  kata Alice Sia Kau Kacil pun Mama Dalam tajuk D'Baginds Empat Mata Karena kamu ujar Geisha! Pun Justy Aldrin bilang Hilang Ataukah kata Ada Band Karena wanita ingin dimengerti Ouu kekasih untaian obet key Bermuara Near Dian Sorowea karena su sayang Pintah Andmesh Senyumlah Berlanjut Drive Bersama Bintang Hingga Pilot Sepanjang Hidupku Menepi Ungu Andai kau tahu Mengakar Justy Aldrin Rumah par ale Kefamenanu, NTT. 2025

Mengapa Cinta tak Bertuan??

Gambar
Gelanggang Kosmos Baret Merah!! Mengapa Cinta tak Bertuan?? Penulis. Laliyano Cinta adalah manifestasi dari kehidupan itu sendiri dan karena cinta adalah jawaban dari keterasingan dan kesendirian manusia. Apa hakekat cinta jika berkonfrontasi dari describsi hakekat cinta itu sendiri? Ada seorang toko familiar di kalangan luas Erich Fromm muridnya psikoanilisi bukan psikopat seperti teman gue Leo Usboko tergiang manja secara khusus Generasi-Z yang mana dalam penerapan cinta khalayak kata saudagar Arlyn Usfinit bahwa "Ternama" (Jadilah barang ini) Mengklasifikasikan elemen dasar cinta menjadi 4 part sebagai berikut: 1.  Perhatian; Berfokus pada pasang dan surutnya kehidupan orang yang dicintainya. 2.  Tanggung Jawab; Sigap baik sukak maupun duka selalu sebagai garda terdepan mempertahankan orang yang dicintainya 3.  Rasa Hormat; Menghargai dengan lapang dada dalam keadaan sukar sekalipun 4.  Pengetahuan; Mumpuni memahami isi dalam maupun luar keberadaan ora...

NIRWANA

Gambar
NIRWANA Dari hati bertaut logika dalam alunan hari Kuutarakan dengan sadar tahu dan mau Kesungguhan karya- karya selanjutnya Aku menyapa kau Nona kini dan menyatu Kupikir balutan ketenangan nan damai Kuutarakan dengan tulisan bahwasannya tak sanggup kulisankan Kesungguhan karya-karya selanjutnya Aku mengingat kau Nona lvyu Dari malam dan teduhnya aku bergelut Kita sepasang janji yang memulai tak cemas Nona sapa kau erat dalam relung hati nirawana Aku menunggumu di suatu tempat, tempat sejenak menyejukkan hati Kefamenanu, NTT. 2025

SEDU SEDAN

Gambar
SEDU SEDAN Kepada Pemeluk benak Iskaku.... Dalam kemelut menghambar risk Dari sedu sedan menggingat kau penuh seluruh Senyummu syahdu merenggut Sigap nyala lilin di kelana rimba rumba Aku bersalah memaksa kehendakmu  sama Dari sedu sedan aku bertaut kasih-kasihan Lalu kau merasuk diri dan berdiam disana Masihkah kau mengingat itu?? Tubuh dan pikiran dicipta untuk dipeluk  Dengan kesungguhan dan jua cinta adanya Kefamenanu, NTT. 2025

RIAK RIUK

Gambar
RIAK RUAK Seberapa tahun lampau kau berjenaka? Benar ruas dan ruang waktunya besar Sehingga geraknya kebawah hingga kanaan Aku bersuka ria dalam balutan jenaka! Jenakamu mungkin kelampauan khalayak rezim-rezim perasa Benar ruas dan ruang waktunya riak Aku menggila pada bilik balik wajahmu Hari ini berjalan, menemani hingga ruak Benar ruas dan ruang waktunya enggan For titter in re soaviter in moddo Aku membisik gelitik pada telinga nona penyair Kukatakan sejengkal langkah baru ditempuh Dengan menatap langit biru mendamba Ambisi ini bak nyala api berkobar-koar Non tetap tegas prinsip lemah lembut cara gapainya  Kefamenanu, NTT. 2025

ISKAMON

Gambar
ISKAMON Iska Sedang sonukah? ataukah sedang sadarkah? Mengapa riang asyikmu sesaat senja! Menggelinding jatuh saat sudah di ajak malam pergi Iska Tidakkah kau melihat? Ataukah dapatkah kau mendengar! Teriakan masif dengan keras sekeras orang yang kesal melepashilangkan sesuatu berharganya! Iska Dapatkah kau memahami? Ataukah dapat kau bersabar nan adem bak doraemon lukisanmu dan nyata Disaat-saat kini nobita kesulitan dan mengeluh kau menasehati dan menyelesaikannya Kefamenanu, NTT. 2025

KANCA ISKA

Gambar
KANCA ISKA Aku selalu mengulang dalam irama Disetiap kali aku membaca rautmu Dengan sigap siap pikiran terus mengulang Aku tengah mengajakmu berdamai Hari ini kusapa kau Iska selembut paras Disetiap kali aku mendengar deru suaramu Dengan sigap siap batin terus mengasa Inilah aku dengan seluruh cakranya Aku bersimpu padanan kanca panggung Disetiap sigap siap doa-doaku berdengus Dengan sigap siap hati dan pikiran menghasut Mari Iska panggung telah ada kapan kau bertakhta diatasnya Kefamenanu, NTT. 2025

RUANG RINDU

Gambar
RUANG INDAH Dari sudut-sudut ruang aku bersajak Tentang cerita akbar yang kian menua Hari hari dan waktupun kian berderai ria Tinggal berhitung waktu kian berarak Cerita diri dari sudut-sudut ruang risau Menatap purnanya hari yang kian berotasi Yang terdengar hanya rada berai ramai Pelahap hari kian simfoni sumbang terlantun Disudut-sudut ruang dan waktu ajak Sajak mengurai indah dan tidaknya hari purna Hari hati bersemedi di tengah ademnya antik Kepada ruang dan waktu kutitipkan indah pesan dan kesan Kefamenanu, NTT. 2025

RIAS AKHIR

Gambar
RIAS AKHIR Pancar rias tangan Tuhan sungguh mahir Melukis sang perlente Nona ngiangnya Aku percaya  akan Allah Bapak Mahakuasa Pencipta langit dan bumi serta segala isinya Mungkin hari biasa kau tak terilhami atas apa yang ternubuat Hadirkan anak Allah Bapak yang Mahakuasa sungguhkah percaya akan Allah Bapak Mahakuasa Aku diutus untuk menyertaimu sampai akhir zaman Karibku Nona Sungguhkah kau merasa penglihatan atau pendengaran kasih Tuhan Aku percaya akan Allah Bapak Mahakuasa Jangan kau melihat aku sekedar aku seyogyanya aku kiasan sang Khalikmu juga  Kefamenanu, NTT. 2025

HARI HIDUP ISKA?

Gambar
 HARI HIDUP ISKA Aku bersemayam dalam kantong mata yang menyala memberi pesan Kaulah puisi yang bersembunyi dalam setiap bait-bait coretan eleganku Aku hampa ditemukan sastrawan yang ditemui dalam kiasan dan hiasanmu Kaulah hayat dan batin yang mengusik hari dan pikiran-pikiranku Aku bersemayam dalam setiap tetesan suara yang berderai memberi gemuruh Kaulah puisi yang bersemayam dalam rongga-rongga kata terangkai coretan Kuharap semayam kau dalam hayat tersingkap dalam sajak-sajak suka Aku bersemayan dalam mata yang menatap lekat-lekat tatkhala menderu halus  Kaulah coretan terakhir dalam setiap bait-bait puisiku Sapanya Iska bersemayam dalam kantong doraemon yang setiap kali diminta terkabulkan sampai akhir puja Amin Kefamenanu, NTT. 2025

PANGKUAN PERTIWI

Gambar
PANGKUAN PERTIWI Di bawah pangkuan ibu pertiwi Kutemui permata eleganya daku Di bawah tirainya sekatan jarak Apa sebabnya kau bercumbu dekat Di tengah gelanggangnya pikir dan hati Kutemui satu sukma tak terelakkan Di bawah pangkuan ibu pertiwi Kutulis semua apa yang ada dalam rasa Di atas reotnya hari kemarin teduhnya sejenak jiak terpapas renangnya pikir Di bawah pangkuan ibu pertiwi Aku meneteskan sigap pikir dan hati tenang Kefamenanu, NTT. 2024

SYAIR PUJANGGA

Gambar
SYAIR PUJANGGA Dari Alfa hingga Omega Kau kan menemukan syair-syair pujangga lewat buih-buih Meskipun kelihatannya terselip senyap Kukatakan secuil selip kata berjuta harapan bangga Dari Alfa hingga Omega Aku  mengenalmu jauh  dan telah kutitipkan selip kata pada syair-syair pujangga Dekatlah kemari biar kupungut butir laut di bibirmu Dan dimulut kita saling membasahi puisi Dari Alfa hingga Omega Lautan puisiku telah mengurai syairnya pujangga Hari hidup dalam kehidupan telah meretas  banyak rasa Bahwa pertemuanku denganmu adalah suatu keabadian hati yang baik Kefamenanu, NTT. 2024

CORETAN UTARA

Gambar
CORETAN UTARA Jika utara adalah temu maka selatan adalah jumpa Aku tidak sedang membaca buku romantika Sejatinya romanmu telah melebur dalam santunan benak Pancarnya dalam coretan-coretan eleganku Aku ikhtiari  padamu nona dari selatan Aku menampi busa-busa kelam utara Sejatinya syahdumu telah merenduk cinta Panennya dalam nyata-nyatanya laman laminan Sapanya Iska dalam hari cerita menggerutu waktu Menemani hujan dipangku pipimu saat-saatnya bisu Sejatinya jemari ini meria-ria menekuk kata riasmu Kusampaikan jika selatan adalah datangmu, maka Utara adalah menetapmu Kefamenanu, NTT. 2024

RUANG ADEM

Gambar
RUAN ADEM  Aku masih duduk dalam lamunan Bernaung dari remah-remah langit Melihat tuan nona tengah mengembara Menyaksikan jarak dan rautnya di rerantau Aku adem bukan sari dalam fatwanya nona Dalam kemelut sore yang ingin berpergian Aku masih saja bersanang waktu menulis Merekah hati melihat perginya senja dibawah malam Akankah puja puji senja menakar ruang? Dalam busanya senja yang datang sesaat! Nona sesenja dan dibawah lantunan malam Aku tetap menikmati menanti senjamu kembali Kefamenanu, NTT. 2025 F.D

Gemuruh Malam, Aku Orlando Tengah Menghunting Cantik

Gambar
Suatu malam pada tengah ramainya suasana,  aku orlando pukau pada pesonanya cantik. Entah namanya siapa? but dalam ngiang benak, aku ingin menghunting cantiknya cantik.  Sesempat dalam sempatnya kesempatan aku membisik gelitik pada karibku, sebut saja namanya Boy. Karib, aku sukak padanan pesonanya cantik yang tengah bercahya dihadapanku. Ouu...itu! iya benar. (singkat cakap diantara karib itu). Belanjut, gemuruh kian merongrong dada dengan detakan manja nan kencang tatkhala cahyanya semakin memancar mata. Ahh..Boy...Aku sukak padanan cahya ini. Aku mau berdansa riah dalam lantunan melodi khas timor. Berlanjutt...dan akhir siapa sebenarnya Orlando? Boy dan Cantiknya Cantik pada ramainya suasana dengan melodi khas timor?? Kamu tahu bisa kau beri aku penjelasan..nantikan cerita sambungnya!

Selaksa Peristiwa Cencia Si Baret Merah!!!

Gambar
Selaksa Peristiwa Cencia Si Baret Merah!!! Namaku Cencia familiar dikalangan sisi Baret Merah.  Aku mau bercerita tentang Khasanah cinta aku dan dia. Suatu cerita kisah aku pada sepanjang jalan kenangan cuakass..... Aku Cencia berjumpa dengan Cio pada giat mitra di Australia. Pada moment itu dalam riangnya giat ada suatu hal yang melebur mesra bersama materi-materi khas yang dilontarkan oleh pemateri hebat. Sesingkat cerita dan kisah setiap sesi materi ada cumbu dalam seteguk kopi ala khas mitra. Begitu cepat berlalu seteguk kopi dan berarak   materi berikutnya hingga menuai hari akhir giatnya mitra. Aku Cencia dalam tajuk cerita singkat mitra di australia aku menapaki jejak candamu Cio serta gejolak senyum memukau menawan. Aku Cencia pada untaian ini aku berpesan padamu Cio entah dimana, kapanpun sajak dalam giatnya mitra berlebur benak dan beranyam rapi. Kefamenanu, NTT. 2025  

PESONA SABANA DALAM GEJOLAK SISI BARET MERAH!!

Gambar
PESONA SABANA DALAM GEJOLAK SISI BARET MERAH!! Sepertiga waktu saatnya sudah purnanya hari ada sejuta rasa bertaburan tatkhala nyanyian kicauan risik dari pikiran sesorang yang tengah menghampiri pundak pikirannya. Sebut sapa dalam keseharian hidupnya Ngelo. Ngelo adalah manusia silsilah keturunan Arabia bukan arabika ala caffe. Singkat waktu dan cerita Ngelo dalam kehidupaan merasa sumpak dan disolasi dalam sabana yang ditumbuhi banyak rerumputan liar. Dalam pasok rerumputan sabana ada pengunjung yang ingin menikmati riang sabana yang sudah ternama. Sabana adalah Ngelo analoginya cerita. Ketika saatnya pengunjung datang dengan kesengsaraan hidup merasa bahwa sabana/Ngelo mumpuni memberi udara baru yang sanggup dihirup dan menghidup penghunjung tetapi apala daya sabana/ngelo sama saja. Saat pengunjung tiba Ia memergoki sabana dalam keadaan liar oleh rerumputan liar itu. Sama juga analogi cerita adalah pikiran yang kacau  Kemanakah aku berada dan untuk apakah aku datang ...

Wahai Engkau Pecundang!! Ternama Sahabat si Baret Merah

Gambar
   Cia dan Cha dikenal sebagai pasangan masa kini yang telah mendiami cosmos belahan bumi utara. Bermula ternama sahabat pecundang Ci menjalin asroda dengan Cha hingga akhirnya as tengah patah di pertengahan jalan. Sesinggkat kisah bahwasannya asroda Cha dan Ci pada masa 70-an ditemui sejuta kisah kelam hingga menuai kekecewaan begitu dahsyat. Saking dahsyatnya masa kinipun ketika as roda pada motor baru antara Cia dan Cha si Ci pun masih menjadi teras bagi relasi masa kini. Ibarat Era Mitos melebur masuk pada era renessance. Berlanjut masif antara kisah cinta mesra Cia dan Cha begitu harmonis nan manis terkadang harmonas nan minas . Namanya juga cinta dan relasi yang dibangun dengan tendensi fondasi haruslah kuat!!! Sesingkat dan berlanjut lagi, Aroma khas terus berlumuran oleh karena kisa Cha dan Cia memperoleh tantangan ketika mendaki gunung terjal yang mana dalam refleksi mendekati zona kematangan. Gigi dan roda dari motorpun berombang khalayak kehabisan bensin...

Sisi Baret Merah; Ada Apa Dunia? Engkau Mendustai Aku!

Gambar
Sisi Baret Merah; Ada Apa Dunia?? Engkau Mendustai Aku!! Penulis: Lusianus Oni Lalian The First Miracle: Describsi Keajaiban Pertama Aku si Ion pemuda asal Chicago. Aku baru saja menyelesaikan masa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Northside, Chicago. Semasa di bangku Sekolah saya bertemu seorang cewek yang senantiasa mengisi setiap lini kehidupan saya. Namanya Abigail. Abigail sosok cewek idaman yang selalu ada baik dalam kehidupan suka ataupun dukanya kehidupan saya. Ketika di penghujung jalan dan waktu kira-kira tahun 67 Sebelum Masehi (SM), Abigail mengutarakan bahwa Ia akan melanjutkan studyanya ke Shanghai, China. Singkat cerita Ia memulai kehidupan barunya di Shanghai tapi tidak dengan rasa yang baru.  Abigail dengan cinta dan kasih Tuhan senantiasa mencintai Ion. Ion pun di akhir masa remaja, bertekad dalam khasanah cinta yang tulus kepada Abigail dan berniat melanjutkan cinta dengan berpatria pada juangnya si Baret Merah. Sama juga dengan singkat cerita dengan per...

SOSOK BARET MERAH; AKU RINDU JALAN PULANG?

Gambar
Sosok Baret Merah; Aku Rindu Jalan Pulang!! Penulis: Lusianus Oni Lalian Suatu ketika dalam dentukan waktu  Ion si Baret Merah dihantar menuju sebuah tempat keterasingan. Dalam kecupan waktu dan riaknya  hati disebut tempat itu Athena.  Proses menuju keterasingan di Athena oleh karena mulanya dari pergulatan hidup Ion dalam gelanggang pikiran. "Saya Ion!! dalam keseharian saya adalah Mahasiswa di sebuah Universtias ternama Notre Dame, Chartes. Ruang lingkup saya menjadi mahasiswa dipertemukan dan dipenuhi oleh orang-orang yang sangat luar biasa. Di tengah reramaiannya hidup yang glamor saya sering dihantui imagine seperti kata saudara Musafir "Tak tertolong". Tak tertolong ruang imagine Ion merupakan imagine yang transenden seakan-akan cosmos ini saya personal yang mendiaminya. "Pantha Rei Kai Uden Menei: Segala sesuatu mengalir, mengalir bagaikan air sungai. Saya rehat pikir degan pikiran transenden di atas dengan mengasingkan diri ke Utopia. Ahh aku Io...