RUANG ADEM

RUAN ADEM 

Aku masih duduk dalam lamunan

Bernaung dari remah-remah langit

Melihat tuan nona tengah mengembara

Menyaksikan jarak dan rautnya di rerantau


Aku adem bukan sari dalam fatwanya nona

Dalam kemelut sore yang ingin berpergian

Aku masih saja bersanang waktu menulis

Merekah hati melihat perginya senja dibawah malam


Akankah puja puji senja menakar ruang?

Dalam busanya senja yang datang sesaat!

Nona sesenja dan dibawah lantunan malam

Aku tetap menikmati menanti senjamu kembali



Kefamenanu, NTT. 2025

F.D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Cinta tak Bertuan??

Gemuruh Malam, Aku Orlando Tengah Menghunting Cantik