RUAN ADEM Aku masih duduk dalam lamunan Bernaung dari remah-remah langit Melihat tuan nona tengah mengembara Menyaksikan jarak dan rautnya di rerantau Aku adem bukan sari dalam fatwanya nona Dalam kemelut sore yang ingin berpergian Aku masih saja bersanang waktu menulis Merekah hati melihat perginya senja dibawah malam Akankah puja puji senja menakar ruang? Dalam busanya senja yang datang sesaat! Nona sesenja dan dibawah lantunan malam Aku tetap menikmati menanti senjamu kembali Kefamenanu, NTT. 2025 F.D
Komentar
Posting Komentar